Mengisi air aki pakai air biasa masih sering dilakukan oleh pemilik kendaraan, terutama saat kondisi darurat atau ketika air aki terlihat berkurang.

Banyak yang beranggapan air mineral atau air keran tidak jauh berbeda dengan air aki, padahal anggapan ini keliru dan berisiko merusak aki secara permanen.

Agar tidak salah langkah dan justru menimbulkan biaya perbaikan lebih besar, penting untuk memahami alasan ilmiah dan teknis di balik larangan penggunaan air biasa pada aki.

Mengapa Mengisi Air Aki Pakai Air Biasa Tidak Dianjurkan?

Mengisi Air Aki Pakai Air Biasa

Secara teknis, aki basah bekerja melalui reaksi kimia antara cairan elektrolit dan plat timah di dalam sel aki.

Cairan ini harus bersifat murni dan stabil agar reaksi kimia berjalan optimal. Air biasa, baik air keran maupun air mineral, mengandung mineral terlarut seperti kalsium, magnesium, zat besi, dan senyawa lain yang tidak terlihat secara kasat mata.

Ketika air biasa dimasukkan ke dalam aki, mineral tersebut akan bereaksi dengan plat aki, terutama saat suhu meningkat akibat pengisian listrik atau pemakaian kendaraan. Reaksi inilah yang menjadi awal dari berbagai masalah serius pada aki.

Dampak Negatif Mengisi Air Aki Pakai Air Biasa

Penggunaan air biasa dapat menyebabkan korosi pada plat aki. Mineral dalam air akan mempercepat proses oksidasi, sehingga plat timah mengalami karat dan penurunan kemampuan menyimpan arus listrik.

Dalam jangka menengah, kondisi ini membuat aki menjadi lemah meskipun baru saja diisi ulang.

Baca juga: Mobil Mati Mendadak? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selain korosi, mineral juga dapat membentuk residu dan endapan di dasar sel aki. Endapan ini mengganggu aliran ion di dalam aki, sehingga proses pengisian dan pelepasan daya tidak berjalan normal. Akibatnya, performa aki menurun drastis dan kendaraan menjadi sulit distarter.

Pada kondisi yang lebih parah, reaksi kimia dari mineral air biasa dapat merusak sel aki secara permanen.

Sel yang rusak berpotensi menyebabkan korsleting internal, aki cepat panas, bahkan berisiko bocor. Inilah alasan mengapa penggunaan air biasa sering membuat usia aki jauh lebih pendek dari seharusnya.

Air yang Tepat untuk Mengisi Aki Basah

Mengisi Air Aki Pakai Air

Untuk menjaga aki tetap awet dan bekerja optimal, air yang digunakan harus benar-benar bebas mineral.

Air aki biru atau aquades adalah pilihan paling tepat karena merupakan air suling murni tanpa kandungan mineral.

Air ini dirancang khusus untuk menambah volume cairan aki yang berkurang akibat penguapan, tanpa mengganggu reaksi kimia di dalam sel aki.

Sementara itu, air aki zuur hanya digunakan saat pengisian awal aki baru, bukan untuk penambahan rutin.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menambahkan air aki zuur pada aki lama, padahal hal ini justru bisa merusak komposisi elektrolit yang sudah ada.

Apakah Air Hujan atau Air AC Bisa Digunakan?

Dalam kondisi darurat, sebagian orang menggunakan air hujan bersih atau air kondensasi AC sebagai alternatif. Secara teori, air ini relatif minim mineral.

Namun dalam praktiknya, air hujan bisa tercemar debu, polusi udara, atau partikel logam, sedangkan air AC berpotensi terkontaminasi kotoran dari pipa atau unit pendingin.

Baca juga: Mobil Kena Hujan? Kenapa Harus Cepat Dirawat dan Cara Mengatasinya?

Penggunaan air jenis ini tidak disarankan untuk jangka panjang. Jika terpaksa digunakan, segera lakukan penggantian dengan air aki biru sesegera mungkin untuk meminimalkan risiko kerusakan.

Kesalahan Umum Saat Mengisi Air Aki

Selain menggunakan air yang salah, kesalahan lain yang sering terjadi adalah mengisi air aki melebihi batas maksimal. Kondisi ini dapat menyebabkan cairan meluap saat aki panas dan berpotensi merusak komponen sekitar.

Kesalahan lainnya adalah tidak membersihkan bagian tutup aki sebelum membuka sel, sehingga kotoran jatuh ke dalam aki dan mempercepat proses kerusakan internal.

Mengisi Air Aki Pakai Air Biasa, Lebih Banyak Ruginya

Mengisi air aki pakai air biasa tidak aman dan sangat tidak dianjurkan. Kandungan mineral dalam air keran atau air mineral dapat menyebabkan korosi, endapan, kerusakan sel aki, hingga korsleting internal yang memperpendek usia aki secara signifikan.

Untuk menjaga performa dan keawetan aki, selalu gunakan air aki biru atau aquades saat menambah cairan aki basah.

Hindari penggunaan air biasa, meskipun terlihat sepele, karena dampak kerusakannya sering baru terasa dalam jangka panjang.

Dengan perawatan yang benar dan penggunaan cairan yang sesuai, aki kendaraan akan lebih awet, performa listrik tetap stabil, dan risiko mogok mendadak dapat dihindari.

Kalau kamu lagi cari mobil bekas berkualitas yang sudah lolos inspeksi dan cocok untuk dijual kembali,grosirmobil.idsolusinya!

Grosir Mobil tidak hanya menyediakan mobil bekas berkualitas, tapi juga menyediakan motor berkualitas yang sangat cocok untuk dijual kembali!

Registrasi gratis diwww.grosirmobil.iddan gunakankode referral DBC4untuk mendapatkan promo menarik yang menunggu kamu dan temukan mobil bekas paling dicari tahun ini dengan harga grosiran serta cocok untuk dijual kembali.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like