Industri kendaraan listrik di Indonesia memasuki fase baru. Setelah menikmati berbagai insentif, termasuk pajak 0%, kini pemilik mobil listrik harus mulai beradaptasi dengan kebijakan terbaru.
Salah satu yang paling banyak dicari informasinya adalah pajak Jaecoo J5 mulai April 2026, terutama bagi calon pembeli yang sedang mempertimbangkan SUV listrik ini.
Melalui regulasi terbaru, pemerintah secara resmi mengakhiri “masa bulan madu” pajak kendaraan listrik. Lalu, berapa sebenarnya pajak yang harus dibayar? Apakah masih worth it untuk dimiliki? Berikut pembahasan lengkapnya!
Isi Artikel
“Masa Bulan Madu” Pajak 0% Resmi Berakhir
Mulai 1 April 2026, pemerintah menerapkan Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang mengubah status kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) menjadi objek pajak aktif.
Artinya, mobil listrik seperti Jaecoo J5 tidak lagi otomatis bebas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Kebijakan ini merupakan bagian dari transisi pemerintah dari fase insentif menuju kemandirian fiskal daerah.
Dari sudut pandang industri, ini bukan kabar buruk melainkan tanda bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia mulai matang.
Skema Perhitungan Pajak Jaecoo J5

Berbeda dengan sebelumnya, kini perhitungan pajak mobil listrik mengikuti skema umum kendaraan bermotor, yaitu berdasarkan:
- Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)
- Koefisien bobot kendaraan
Untuk Jaecoo J5 tipe Comfort Long Range, data yang digunakan adalah:
- NJKB: Rp199.000.000
- Koefisien Bobot: 1,050
Dengan demikian, Dasar Pengenaan Pajak (DP PKB) menjadi sekitar Rp208.950.000.
Angka ini penting karena menjadi acuan utama dalam menghitung pajak tahunan.
Simulasi Pajak Tahunan Jaecoo J5

Jika daerah menerapkan tarif normal sebesar 2%, maka estimasi pajak yang harus dibayar adalah:
- PKB Pokok: sekitar Rp 4.179.000
- SWDKLLJ: Rp 143.000
Total pajak tahunan mencapai sekitar Rp4,37 juta.
Sebagai perbandingan, sebelumnya pemilik hanya membayar SWDKLLJ sekitar Rp143.000 saja. Kenaikan ini memang terasa signifikan, tetapi masih tergolong kompetitif di kelas SUV.
Diskon Pajak dari Pemerintah Daerah: Game Changer
Meski kebijakan nasional sudah berubah, pemerintah daerah tetap punya kewenangan memberikan insentif tambahan.
Contohnya di Provinsi Banten, yang memberikan keringanan pajak hingga hanya 25% dari tarif normal. Dengan skema ini, pajak tahunan Jaecoo J5 bisa turun menjadi sekitar Rp1,18 juta per tahun. (Sumber: Pajak Kendaraan Listrik Banten Mulai Berlaku Mei 2026 | IDN Times Banten)
Ini jadi faktor penting, karena lokasi registrasi kendaraan akan sangat mempengaruhi total biaya kepemilikan.
Apakah Jaecoo J5 Masih Menguntungkan?
Jawabannya: masih sangat menarik, terutama jika dilihat dari Total Cost of Ownership (TCO).
Dari sisi penggunaan harian, mobil listrik seperti Jaecoo J5 menawarkan efisiensi yang sulit ditandingi mobil bensin. Untuk jarak sekitar 50 km, biaya listrik hanya berkisar Rp9.000 hingga Rp14.000.
Baca juga: Jaecoo J7 dan J8 di GIIAS 2025: Peluncuran Global dan Strategi Agresif di Pasar SUV Indonesia
Jika digunakan sejauh 15.000 km per tahun, penghematan dibanding mobil bensin bisa menyentuh angka Rp 20 juta.
Selain itu, biaya perawatan juga jauh lebih rendah. Tanpa kebutuhan ganti oli mesin dan minim komponen bergerak, biaya servis rutin bisa lebih hemat hingga 40–50%.
Di sisi lain, langkah lokalisasi produksi melalui perakitan dalam negeri oleh PT Handal Indonesia Motor juga membantu menjaga harga tetap kompetitif.
Dampak ke Pasar: Konsumen Jadi Lebih Rasional
Perubahan pajak ini diprediksi membuat calon pembeli lebih berhati-hati. Fase impulsive buying kemungkinan akan berkurang, digantikan dengan perhitungan matang terhadap biaya kepemilikan.
Namun menariknya, minat terhadap Jaecoo J5 tetap tinggi. Data menunjukkan angka pemesanan sudah menembus 12.000 unit, menandakan bahwa value yang ditawarkan masih relevan di pasar.
Ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai memahami bahwa mobil listrik bukan hanya soal insentif, tapi juga efisiensi jangka panjang.
Baca juga: Simulasi Pajak Mobil Listrik Wuling & BYD
Pajak Naik, Tapi Value Tetap Kuat
Berakhirnya pajak 0% memang menjadi perubahan besar. Namun jika dilihat secara menyeluruh, pajak Jaecoo J5 mulai April 2026 masih tergolong masuk akal, apalagi jika dibandingkan dengan biaya operasional mobil konvensional.
Dengan kombinasi efisiensi energi, biaya servis rendah, dan potensi diskon dari pemerintah daerah, Jaecoo J5 tetap menjadi salah satu SUV listrik paling menarik di kelasnya.
Baca juga: Rekomendasi Mobil Listrik Bekas 100 Jutaan
Bagi kamu yang sedang mempertimbangkan mobil listrik, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menghitung ulang Total Cost of Ownership secara realistis bukan hanya tergiur insentif, tapi juga memahami value jangka panjangnya.






