Bagi para pecinta otomotif, istilah DOHC, SOHC, dan OHV sering muncul saat membaca spesifikasi mesin mobil atau motor.
Meski telihat teknis, memahami perbedaan DOHC SOHC dan OHV sebenarnya cukup penting karena sistem ini sangat mempengaruhi performa mesin, efisiensi bahan bakar, hingga karakter tenaga kendaraan.
Ketiga istilah tersebut berkaitan dengan mekanisme katup mesin (valvetrain) yang berfungsi mengatur kapan katup masuk (intake valve) dan katup buang (exhaust valve) membuka serta menutup selama proses pembakaran.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara DOHC, SOHC, dan OHV? Berikut penjelasan lengkapnya.
Isi Artikel
Mengenal Mekanisme Katup pada Mesin Mobil
Sebelum memahami perbedaannya, penting untuk mengetahui fungsi dari mekanisme katup pada mesin kendaraan.
Pada mesin pembakaran internal, katup memiliki tugas membuka jalur masuk campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder serta membuka jalur pembuangan gas sisa pembakaran.
Proses buka-tutup katup ini diatur oleh komponen bernama camshaft (noken as). Letak camshaft dan cara menggerakkan katup inilah yang membedakan sistem OHV, SOHC, dan DOHC.
Perbedaan DOHC SOHC dan OHV

Secara umum, perbedaan DOHC SOHC dan OHV terletak pada posisi camshaft serta mekanisme yang digunakan untuk menggerakkan katup mesin. Perbedaan konstruksi ini membuat setiap sistem memiliki karakter performa, efisiensi, dan kompleksitas yang berbeda.
DOHC (Double Overhead Camshaft)
DOHC merupakan singkatan dari Double Overhead Camshaft, yaitu sistem yang menggunakan dua camshaft di bagian atas kepala silinder.
Satu camshaft bertugas mengatur katup masuk (intake valve), sedangkan camshaft lainnya mengatur katup buang (exhaust valve). Dengan pembagian tugas ini, sistem DOHC mampu mengatur kerja katup secara lebih presisi.
Keunggulan utama sistem DOHC adalah kemampuannya mendukung jumlah katup yang lebih banyak, biasanya empat katup per silinder. Hal ini membuat aliran udara dan bahan bakar ke ruang bakar menjadi lebih optimal sehingga mesin mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar.
Baca juga: Biaya Restorasi Kaki-Kaki Motuba agar Nyaman Dipakai Harian, Mulai Rp600 Ribuan!
Karakteristik mesin DOHC biasanya terlihat pada kendaraan modern yang menekankan performa dan efisiensi tinggi. Mesin ini mampu bekerja optimal pada putaran mesin tinggi (RPM tinggi) sehingga menghasilkan akselerasi yang lebih responsif.
Namun dibalik performanya yang baik, sistem DOHC memiliki konstruksi yang lebih kompleks dibandingkan sistem lain. Jumlah komponen yang lebih banyak membuat biaya produksi dan perawatan biasanya juga lebih tinggi.
SOHC (Single Overhead Camshaft)
SOHC adalah singkatan dari Single Overhead Camshaft, yaitu sistem mesin yang menggunakan satu camshaft di atas kepala silinder.
Pada sistem ini, satu camshaft bertugas menggerakkan katup masuk dan katup buang sekaligus. Dalam beberapa desain mesin, camshaft bekerja melalui komponen tambahan seperti rocker arm untuk membuka dan menutup katup.
Baca juga: Tips Cek Mesin Mobil Bekas
Dibandingkan DOHC, sistem SOHC memiliki konstruksi yang lebih sederhana. Karena hanya menggunakan satu camshaft, desain mesin menjadi lebih ringkas dan biaya produksi juga lebih rendah.
Karakter mesin SOHC biasanya memiliki performa yang cukup baik pada putaran mesin rendah hingga menengah, sehingga cocok untuk penggunaan harian yang mengutamakan efisiensi bahan bakar dan keandalan mesin.
Selain itu, perawatan mesin SOHC umumnya lebih mudah karena jumlah komponen mekanisnya tidak sebanyak mesin DOHC.
OHV (Overhead Valve)
OHV atau Overhead Valve merupakan teknologi mesin yang lebih klasik dibandingkan dua sistem sebelumnya.
Pada sistem OHV, camshaft tidak berada di kepala silinder, melainkan terletak di dalam blok mesin. Untuk menggerakkan katup, sistem ini menggunakan komponen tambahan berupa pushrod (batang pendorong) dan rocker arm yang meneruskan gerakan dari camshaft ke katup.
Mesin OHV dikenal memiliki konstruksi yang cukup sederhana dan kuat. Karena desainnya relatif ringkas, mesin OHV sering digunakan pada mesin berkapasitas besar yang membutuhkan torsi kuat pada putaran rendah.
Karakter mesin OHV biasanya menghasilkan torsi besar pada RPM rendah, sehingga cocok digunakan pada kendaraan besar seperti mobil Amerika bermesin V8 atau motor cruiser.
Meski terkenal tangguh dan awet, sistem OHV memiliki keterbatasan dalam hal performa pada putaran mesin tinggi. Hal ini membuat banyak pabrikan modern beralih ke sistem OHC (SOHC atau DOHC) yang dianggap lebih efisien untuk kendaraan masa kini.
Baca juga: Mobil Mati Mendadak? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tabel Perbandingan DOHC, SOHC, dan OHV
Agar lebih mudah dipahami, berikut ringkasan perbedaan ketiga sistem tersebut.
| Sistem Mesin | Posisi Camshaft | Karakter Tenaga | Kompleksitas |
| OHV | Di blok mesin | Torsi besar di RPM rendah | Sederhana |
| SOHC | Di kepala silinder (1 camshaft) | Seimbang dan efisien | Menengah |
| DOHC | Di kepala silinder (2 camshaft) | Tenaga besar di RPM tinggi | Paling kompleks |
Mana yang Lebih Baik: DOHC, SOHC, atau OHV?

Tidak ada sistem yang benar-benar paling baik untuk semua kebutuhan. Setiap jenis mekanisme katup memiliki keunggulan tersendiri tergantung pada tujuan desain mesin.
Mesin DOHC biasanya dipilih untuk kendaraan modern yang membutuhkan performa tinggi, efisiensi pembakaran yang baik, dan kemampuan beroperasi pada putaran mesin tinggi.
Baca juga: Jangan Salah! Mengisi Air Aki Pakai Air Biasa Bisa Merusak Aki
Mesin SOHC lebih banyak digunakan pada mobil harian karena konstruksinya lebih sederhana, biaya perawatan relatif terjangkau, dan performanya sudah cukup baik untuk penggunaan sehari-hari.
Sementara itu, mesin OHV tetap digunakan pada beberapa kendaraan berkapasitas besar karena mampu menghasilkan torsi kuat dan dikenal sangat tahan lama
Kesimpulan
Memahami perbedaan DOHC SOHC dan OHV membantu Anda membaca spesifikasi mesin kendaraan dengan lebih mudah. Ketiga sistem ini sama-sama berfungsi mengatur buka-tutup katup mesin, tetapi memiliki perbedaan pada posisi camshaft dan mekanisme penggeraknya.
DOHC menawarkan performa tinggi dan efisiensi aliran udara yang lebih baik, SOHC memberikan keseimbangan antara performa dan biaya perawatan, sementara OHV dikenal sederhana serta menghasilkan torsi kuat pada putaran rendah.
Dengan memahami karakter masing-masing sistem, Anda bisa lebih mudah menentukan jenis mesin yang sesuai dengan kebutuhan berkendara sehari-hari.
Kalau kamu lagi cari mobil bekas berkualitas buat libur tahun baru atau untuk dijual lagi,GrosirMobil.idjawabannya!
Grosir Mobil tidak hanya menyediakan mobil bekas berkualitas, tapi juga menyediakan motor berkualitas yang sangat cocok untuk dijual kembali!
Registrasi gratis diwww.grosirmobil.iddan gunakankode referral DBC4untuk mendapatkan promo menarik yang menunggu kamu dan temukan mobil bekas paling dicari tahun ini dengan harga grosiran serta cocok untuk dijual kembali.






