Memilih mobil listrik perkotaan kini semakin menarik karena pilihan model di Indonesia terus bertambah.
Salah satu perbandingan yang banyak dicari adalah Wuling Air EV vs Wuling Aira EV, mengingat keduanya sama-sama menawarkan dimensi kompak, biaya operasional rendah, serta kemudahan berkendara di area perkotaan.
Hadir pertama kali sebagai city EV andalan Wuling, Air EV sukses menjadi salah satu mobil listrik paling populer di Indonesia berkat desain futuristis dan ukurannya yang sangat ringkas.
Kini, Wuling menghadirkan Aira EV sebagai evolusi dari konsep tersebut dengan membawa perubahan signifikan, mulai dari konfigurasi empat pintu, kabin yang lebih lega, teknologi pengisian daya lebih modern, hingga harga yang lebih kompetitif.
Lalu, apa saja perbedaan Wuling Air EV dan Aira EV? Apakah Wuling Aira EV benar-benar lebih layak dipilih dibanding Air EV, atau justru Air EV masih memiliki keunggulan tersendiri? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Isi Artikel
Wuling Air EV vs Wuling Aira EV, Apa Saja Perbedaannya?
Secara konsep, kedua mobil ini sama-sama dirancang sebagai kendaraan listrik untuk mobilitas perkotaan. Namun, pendekatan yang digunakan Wuling cukup berbeda sehingga keduanya menyasar kebutuhan konsumen yang tidak sepenuhnya sama.
Wuling Air EV lebih mengedepankan desain ultra-kompak dengan karakter futuristis yang cocok digunakan di jalan sempit dan area parkir terbatas.
Sementara itu, Wuling Aira EV dikembangkan menjadi city EV yang lebih praktis bagi keluarga kecil melalui bodi yang lebih panjang, empat pintu, ruang kabin lebih lega, serta teknologi yang mengikuti kebutuhan pengguna mobil listrik saat ini.
Perbedaan tersebut tidak hanya terlihat dari desain, tetapi juga mencakup dimensi, sistem pengisian baterai, fitur hiburan, hingga strategi harga yang membuat Aira EV menjadi alternatif baru di segmen mobil listrik terjangkau.
Perbedaan Dimensi dan Desain
Desain Eksterior
Sekilas, Wuling Air EV dan Wuling Aira EV sama-sama mengusung desain modern khas kendaraan listrik. Keduanya menggunakan lampu LED, garis bodi sederhana, serta tampilan minimalis yang identik dengan city car masa kini.
Namun, Air EV tetap mempertahankan identitasnya sebagai mobil listrik mungil dengan proporsi yang pendek dan tinggi. Desain dua pintunya membuat tampilannya unik sekaligus mudah dikenali dibanding city EV lain di kelasnya.
Sebaliknya, Aira EV tampil lebih proporsional karena menggunakan konfigurasi empat pintu. Siluet bodinya juga terlihat lebih menyerupai hatchback kompak sehingga lebih familiar bagi konsumen Indonesia yang terbiasa menggunakan mobil keluarga berukuran kecil.
Selain meningkatkan estetika, perubahan desain tersebut juga memberikan manfaat nyata terhadap kemudahan keluar-masuk penumpang, terutama bagi penghuni bangku belakang.
Dimensi dan Kepraktisan
Perbedaan dimensi menjadi salah satu faktor yang paling menentukan pengalaman berkendara kedua mobil listrik ini.
| Spesifikasi | Wuling Air EV | Wuling Aira EV |
| Panjang | 2.974 mm | 3.268 mm |
| Lebar | 1.505 mm | 1.550 mm |
| Tinggi | 1.631 mm | 1.575 mm |
| Konfigurasi pintu | 2 pintu | 4 pintu |
| Konfigurasi kursi | 2+2 | 4 kursi penuh |
Performa dan Pengisian Daya
Jarak Tempuh
Baik Wuling Air EV maupun Wuling Aira EV menawarkan jarak tempuh yang sesuai untuk kebutuhan mobilitas harian masyarakat perkotaan. Keduanya mampu digunakan untuk aktivitas komuter tanpa perlu sering melakukan pengisian ulang baterai.
Wuling Air EV tersedia dalam beberapa pilihan kapasitas baterai dengan jarak tempuh berbeda. Varian tertingginya mampu menempuh hingga sekitar 300 km dalam sekali pengisian berdasarkan standar pengujian yang digunakan Wuling.
Di sisi lain, Wuling Aira EV juga menawarkan jarak tempuh hingga sekitar 300 km. Dengan angka tersebut, pengguna dapat melakukan perjalanan pulang-pergi dalam kota selama beberapa hari tanpa harus mengisi daya setiap malam, tergantung pola penggunaan.
Fast Charging
Salah satu peningkatan terbesar yang dibawa Wuling Aira EV adalah dukungan DC Fast Charging menggunakan konektor CCS2. Teknologi ini memungkinkan proses pengisian baterai berlangsung jauh lebih cepat dibanding pengisian AC konvensional.
Selain mendukung pengisian DC, Aira EV juga tetap kompatibel dengan pengisian AC sehingga pengguna memiliki fleksibilitas lebih tinggi saat mengisi daya di rumah maupun stasiun pengisian umum.
Sebaliknya, mayoritas varian Wuling Air EV masih mengandalkan pengisian AC. Walaupun sudah mencukupi untuk penggunaan harian, waktu pengisian tentu lebih lama jika dibandingkan dengan kemampuan fast charging yang dimiliki Aira EV.
Keuntungan lain dari penggunaan standar CCS2 adalah semakin luasnya kompatibilitas dengan jaringan SPKLU di Indonesia. Saat ini, sebagian besar stasiun pengisian cepat baru telah menggunakan standar tersebut sehingga pengguna Aira EV memiliki lebih banyak pilihan ketika melakukan perjalanan di luar kota.
Perbedaan Fitur
Selain membawa perubahan pada dimensi, Wuling Aira EV vs Wuling Air EV juga memiliki pendekatan yang berbeda dalam menghadirkan teknologi.
Air EV mempertahankan fitur khas yang sudah dikenal pengguna, sedangkan Aira EV mengadopsi teknologi konektivitas yang lebih mengikuti tren kendaraan modern.
Infotainment
Salah satu peningkatan paling terasa pada Wuling Aira EV adalah sistem infotainment yang kini mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Kehadiran fitur smartphone mirroring memungkinkan pengguna mengakses navigasi, musik, hingga aplikasi komunikasi langsung melalui layar head unit tanpa perlu mengoperasikan ponsel.
Di sisi lain, Wuling Air EV masih mengandalkan sistem infotainment bawaan yang dipadukan dengan Voice Command WIND (Wuling Indonesian Command). Fitur ini memungkinkan pengemudi mengoperasikan beberapa fungsi kendaraan melalui perintah suara berbahasa Indonesia, seperti membuka kaca, mengatur AC, hingga mengontrol sistem hiburan.
Meski belum menawarkan smartphone mirroring selengkap Aira EV, Voice Command WIND tetap menjadi salah satu fitur unggulan yang membedakan Air EV dari banyak city EV di kelasnya. Pengoperasian tanpa menyentuh layar juga membantu pengemudi tetap fokus selama berkendara.
Kenyamanan
Peningkatan kenyamanan pada Wuling Aira EV tidak hanya berasal dari ukuran kabin yang lebih besar, tetapi juga tata letak interior yang lebih ergonomis. Posisi duduk penumpang belakang terasa lebih lega sehingga perjalanan harian maupun perjalanan jarak menengah menjadi lebih nyaman.
Konfigurasi empat pintu juga memberikan perubahan signifikan dalam penggunaan sehari-hari. Penumpang tidak lagi harus melipat kursi depan untuk masuk ke baris kedua, sehingga aktivitas mengantar anak sekolah, membawa orang tua, maupun menerima penumpang menjadi jauh lebih praktis.
Sebaliknya, Air EV masih menawarkan kenyamanan yang cukup baik untuk penggunaan individu atau pasangan. Kabinnya memang lebih sederhana, tetapi desain interior futuristis dengan dashboard minimalis tetap menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang mengutamakan gaya.
Harga Wuling Air EV vs Wuling Aira EV
Harga menjadi salah satu faktor yang membuat Wuling Aira EV langsung menarik perhatian sejak diperkenalkan. Di tengah semakin ketatnya persaingan mobil listrik entry-level, Wuling justru menghadirkan model baru dengan banderol yang lebih rendah dibanding Air EV.
Berikut kisaran harga keduanya (OTR Jakarta):
| Model | Kisaran Harga |
| Wuling Aira EV | Rp155 juta – Rp175 juta |
| Wuling Air EV | Rp214 juta – Rp307 juta |
Meski lebih murah, Aira EV tidak berarti memangkas banyak fitur utama. Justru beberapa teknologi baru seperti DC Fast Charging, konektivitas smartphone, dan konfigurasi empat pintu membuat value for money yang ditawarkan terasa sangat kompetitif di kelasnya
Mengapa Wuling Aira EV Lebih Worth It?

Secara keseluruhan, Wuling Aira EV menawarkan peningkatan yang cukup menyeluruh dibanding Air EV. Namun, alasan mengapa mobil ini dianggap lebih worth it bukan hanya karena harga yang lebih rendah, melainkan kombinasi antara kepraktisan, teknologi, dan efisiensi penggunaan sehari-hari.
Baca juga: Wuling Aira EV: Harga, Spesifikasi, GIIAS 2026, dan Perbedaannya dengan Air EV
Harga Lebih Terjangkau
Nilai jual terbesar Wuling Aira EV tentu berasal dari banderolnya yang dimulai sekitar Rp155 jutaan. Dengan selisih puluhan juta rupiah dibanding Air EV, konsumen memperoleh mobil yang lebih besar sekaligus dibekali teknologi yang lebih modern.
Empat Pintu Lebih Praktis
Konfigurasi empat pintu menjadi pembeda yang paling terasa dalam penggunaan sehari-hari. Fitur ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memberikan dampak besar terhadap kenyamanan seluruh penumpang.
Mobil menjadi lebih mudah digunakan oleh keluarga kecil karena akses menuju bangku belakang jauh lebih praktis. Situasi seperti mengantar anak sekolah, membawa lansia, atau memasang kursi bayi dapat dilakukan tanpa harus menggeser kursi depan seperti pada Air EV.
Fast Charging CCS2
Dukungan CCS2 DC Fast Charging menjadi salah satu keunggulan yang paling relevan untuk penggunaan jangka panjang. Seiring bertambahnya jumlah SPKLU di Indonesia, standar CCS2 semakin banyak digunakan sehingga kompatibilitas kendaraan menjadi faktor penting.
Kemampuan mengisi daya menggunakan arus DC memungkinkan waktu pengisian menjadi jauh lebih singkat dibanding hanya mengandalkan AC Charging.
Hal ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi atau sesekali melakukan perjalanan ke luar kota.
Handling Lebih Stabil
Dimensi yang lebih panjang tidak hanya memberikan ruang kabin tambahan, tetapi juga berpengaruh terhadap karakter berkendara.
Wheelbase Aira EV yang lebih panjang membantu meningkatkan stabilitas saat melaju di jalan raya maupun ketika melewati permukaan jalan yang kurang rata.
Mobil terasa lebih tenang saat bermanuver pada kecepatan menengah sehingga memberikan rasa percaya diri lebih tinggi bagi pengemudi.
Karakter ini menjadi nilai tambah terutama bagi pengguna yang tidak hanya berkendara di dalam kota, tetapi juga sesekali melakukan perjalanan antarkota.
Kapan Wuling Air EV Masih Layak Dipilih?

Meski Wuling Aira EV menawarkan banyak pembaruan, bukan berarti Wuling Air EV kehilangan daya tariknya. Mobil listrik ini masih memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya tetap relevan bagi pengguna dengan kebutuhan tertentu.
Baca juga: Duel Panas EV! BYD Atto 1 VS Wuling Binguo
Desain Ikonik
Sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia, Wuling Air EV berhasil mencuri perhatian berkat desainnya yang futuristis dan berbeda dari mobil perkotaan pada umumnya. Proporsi bodi yang pendek dipadukan dengan garis desain minimalis membuat tampilannya mudah dikenali di jalan.
Lebih Kecil
Dengan panjang bodi sekitar 2,97 meter, Wuling Air EV menjadi salah satu mobil listrik paling ringkas di Indonesia. Ukuran tersebut memberikan keuntungan besar ketika digunakan di lingkungan perkotaan yang padat.
Radius putar yang kecil membuat Air EV lebih mudah bermanuver di jalan sempit, gang perumahan, maupun area parkir dengan ruang terbatas. Aktivitas seperti putar balik atau parkir paralel juga terasa lebih praktis dibanding mobil yang memiliki dimensi lebih panjang.
Voice Command WIND
Salah satu ciri khas Wuling Air EV adalah kehadiran Voice Command WIND (Wuling Indonesian Command). Fitur ini memungkinkan pengemudi mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan menggunakan perintah suara dalam bahasa Indonesia.
Pengguna dapat membuka dan menutup jendela, mengatur suhu AC, hingga mengontrol sistem hiburan tanpa perlu melepaskan tangan dari kemudi.
Kehadiran fitur ini memberikan pengalaman berkendara yang terasa lebih praktis sekaligus meningkatkan keselamatan karena perhatian pengemudi tetap fokus ke jalan.
Mobil Kedua untuk Perkotaan
Wuling Air EV masih menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang membutuhkan kendaraan kedua. Dimensinya yang kompak membuat mobil ini ideal digunakan untuk aktivitas harian seperti berangkat kerja, berbelanja, atau mengantar anak ke sekolah.
Karena mudah diparkir dan memiliki biaya operasional rendah, Air EV juga cocok bagi pengguna yang sebagian besar berkendara di dalam kota. Pengisian daya AC di rumah umumnya sudah mencukupi untuk kebutuhan harian tanpa harus sering mengunjungi SPKLU.
Wuling Air EV atau Wuling Aira EV, Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Jika melihat spesifikasi dan fitur secara keseluruhan, Wuling Aira EV memang menawarkan peningkatan yang cukup signifikan dibanding Air EV.
Namun, keputusan membeli mobil listrik tidak bisa hanya didasarkan pada spesifikasi di atas kertas.
Faktor seperti gaya hidup, jumlah penumpang, lokasi penggunaan, hingga preferensi desain juga perlu dipertimbangkan agar kendaraan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Berikut rekomendasi berdasarkan profil pengguna:
| Profil Pengguna | Pilihan yang Direkomendasikan | Alasan |
| Komuter harian | Wuling Aira EV | Kabin lebih lega, empat pintu, dan fast charging lebih praktis. |
| Keluarga kecil | Wuling Aira EV | Akses penumpang belakang lebih mudah serta ruang kabin lebih nyaman. |
| Pengguna pertama mobil listrik | Wuling Aira EV | Harga lebih terjangkau dengan fitur yang lebih lengkap. |
| Sering parkir di area sempit | Wuling Air EV | Dimensi ultra-kompak memudahkan manuver dan parkir. |
| Mengutamakan desain unik | Wuling Air EV | Desain futuristis menjadi identitas khas yang belum dimiliki city EV lain. |
| Mobil kedua untuk penggunaan dalam kota | Wuling Air EV | Praktis, mudah dikendarai, dan efisien untuk mobilitas perkotaan. |
Pada akhirnya, Wuling Aira EV vs Wuling Air EV bukan sekadar perbandingan antara model lama dan baru. Keduanya menawarkan karakter yang berbeda sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang berbeda pula.
FAQ
Apa perbedaan utama Wuling Air EV dan Aira EV?
Perbedaan paling mencolok terletak pada dimensi, konfigurasi pintu, dan teknologi. Wuling Aira EV memiliki empat pintu, kabin lebih lega, mendukung DC Fast Charging CCS2, serta sudah dilengkapi Apple CarPlay dan Android Auto. Sementara itu, Wuling Air EV menggunakan konfigurasi dua pintu dengan desain yang lebih ringkas serta mengandalkan fitur Voice Command WIND.
Apakah Wuling Aira EV lebih baik dari Air EV?
Tidak selalu. Wuling Aira EV lebih unggul dalam hal kepraktisan, konektivitas, dan teknologi pengisian daya sehingga cocok sebagai kendaraan utama atau mobil keluarga kecil. Di sisi lain, Wuling Air EV tetap menarik bagi pengguna yang mengutamakan desain futuristis, ukuran ultra-kompak, dan kemudahan berkendara di jalan sempit.
Berapa harga Wuling Aira EV terbaru?
Wuling Aira EV dipasarkan dengan kisaran harga sekitar Rp155 juta hingga Rp175 juta tergantung varian dan wilayah penjualan. Harga tersebut menjadikannya salah satu mobil listrik Wuling paling terjangkau di Indonesia.






