Di pasar mobil bekas, kamu sudah bisa menemukan mobil listrik bekas 100 jutaan yang layak pakai, modern, dan tentunya hemat biaya operasional.

Segmen ini memang didominasi mobil listrik mikro dan compact yang dirancang untuk mobilitas perkotaan mulai dari antar kerja, belanja harian, hingga kebutuhan keluarga kecil.

Menariknya, tren pasar 2025–2026 menunjukkan minat terhadap EV bekas semakin meningkat. Selain karena harga semakin terjangkau, faktor efisiensi energi, bebas ganjil genap di beberapa kota, hingga biaya servis yang minim jadi alasan utama banyak orang mulai meliriknya.

Nah, kalau kamu sedang berburu mobil listrik bekas di kisaran Rp100 jutaan, berikut pilihan unit yang paling banyak dicari di pasar saat ini.

5 Mobil Listrik Bekas 100 Jutaan

Wuling Air EV Standard Range (2022–2023)

image 2
source: wuling

Di kelas mobil listrik bekas 100 jutaan, Wuling Air EV masih jadi primadona. Unit Standard Range produksi 2022–2023 saat ini banyak beredar di pasar mobil bekas dengan dibanderol mulai Rp 110 jutaan hingga Rp 130 jutaan, tergantung kondisi dan kilometernya.

Secara spesifikasi, mobil ini dibekali baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) berkapasitas 17,3 kWh dengan jarak tempuh hingga ±200 km dalam sekali pengisian penuh.

Untuk penggunaan dalam kota, angka ini sudah sangat cukup, bahkan bisa dipakai 3–5 hari tanpa charging jika mobilitas harian rendah.

Baca juga: Mobil 10 Jutaan untuk Keluarga – Murah, Nyaman, dan Fungsional

Dari sisi fitur, Air EV sudah dilengkapi electric power window, head unit digital, multifunction steering wheel, hingga konektivitas aplikasi IoV (Internet of Vehicle).

Baterainya juga mengusung standar waterproof IP67 yang membuatnya lebih aman saat hujan atau melewati genangan.

Wuling Air EV Long Range (2022)

Kalau kamu butuh jarak tempuh lebih jauh, varian Long Range bisa jadi opsi menarik. Meski harga bekasnya sedikit di atas 100 jutaan, biasanya berada di kisaran Rp 140–150 jutaan—unit tertentu kadang bisa ditemukan lebih murah tergantung kondisi pasar.

Varian ini menggunakan baterai 26,7 kWh dengan jarak tempuh hingga ±300 km. Cocok buat kamu yang punya mobilitas lebih tinggi atau ingin EV yang tetap nyaman dipakai keluar kota jarak menengah.

Kalau Sobat GMob lagi cari mobil bekas berkualitas yang cocok untuk digunakan atau dijual kembali,Grosir Mobiljawabannya!

Tapi jangan lupa untuk melakukan registrasi gratis melalui websitewww.grosirmobil.iddan gunakankode referral DBC4untuk mendapatkan promo menarik yang menunggu kamu.

Fitur yang ditawarkan kurang lebih sama dengan Standard Range, namun nilai jual utamanya jelas di daya jelajah yang lebih panjang dan efisiensi charging yang lebih fleksibel.

DFSK Seres E1 L / B Type (2023–2024)

image 15

Selain Wuling, pesaing terdekat di segmen ini adalah DFSK Seres E1. Model ini mulai ramai di pasar bekas dengan harga Rp110–125 jutaan untuk tahun muda 2023–2024.

Seres E1 hadir dengan desain lebih membulat dan modern, serta kabin yang terasa lebih lega di kelasnya. Baterainya berada di kisaran 13–16 kWh (tergantung tipe) dengan jarak tempuh sekitar 180–220 km, masih sangat ideal untuk penggunaan harian dalam kota.

Baca juga: Lebih Irit Mobil Listrik atau Bensin? Simak Analisis Biaya & Efisiensi Lengkap

Keunggulan lain ada di fitur keselamatan dan kenyamanan yang cukup lengkap untuk ukuran EV entry level, seperti layar hiburan digital, kamera parkir, serta sistem konektivitas kendaraan pintar.

Chery eQ1

image 16

Sebagai salah satu mobil listrik mikro impor yang cukup populer di pasar bekas Indonesia, Chery eQ1 atau “Little Ant” menawarkan kombinasi desain compact, efisiensi tinggi, dan jarak tempuh yang relatif panjang di kelasnya.

Mobil ini dibekali motor listrik permanent magnet synchronous dengan tenaga sekitar 30–36 kW dan torsi ±95 Nm, serta sistem penggerak roda belakang (RWD) yang membuat akselerasinya terasa ringan untuk pemakaian dalam kota.

Baca juga: Mobil Listrik Murah vs LCGC: Mana yang Lebih “Cuan” untuk Jangka Panjang?

Sektor baterainya menggunakan lithium-ion berkapasitas 25–29 kWh, dengan jarak tempuh di kisaran 250–300 km dalam kondisi penuh.

Dari sisi fitur, Chery eQ1 sudah dilengkapi digital cluster, layar infotainment, electric window, AC elektrik, ABS, traction control, serta battery temperature management system. Dimensinya yang hanya sekitar 3,2 meter membuat mobil ini sangat lincah untuk parkir dan manuver di jalan sempit perkotaan.

Honri Boma EV

Sebagai alternatif mobil listrik bekas 100 jutaan, Honri Boma EV hadir dengan konsep micro MPV listrik yang unik.

Mobil ini dibekali motor listrik bertenaga sekitar 30–40 kW (setara ±40 hp) dengan torsi 84 Nm, cukup untuk kebutuhan mobilitas dalam kota. Pilihan baterainya terdiri dari 11,9 kWh dengan jarak tempuh ±130 km dan 18,5 kWh yang mampu menjangkau hingga ±200 km dalam sekali pengisian daya.

Dari sisi dimensi, bodinya compact dengan panjang sekitar 3,5 meter sehingga tetap lincah di jalan perkotaan.

Fitur modern seperti dual screen infotainment, ABS + EBD, hingga baterai berstandar IP67 juga sudah tersedia untuk menunjang keamanan dan kenyamanan berkendara.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Mobil Listrik Bekas 100 Jutaan

Membeli mobil listrik bekas memang menggiurkan dari sisi harga, tapi ada beberapa aspek krusial yang wajib dicek agar tidak bonco.

Pertama, kesehatan baterai (State of Health / SoH)

Ini komponen termahal di mobil listrik. Idealnya pilih unit dengan SoH di atas 90%. Baterai tipe LFP seperti di Wuling Air EV dikenal lebih tahan degradasi dan aman dari risiko overheat.

Baca juga: 6 Jenis Baterai Mobil Listrik

Kedua, jarak tempuh realistis

Mobil listrik 100 jutaan umumnya punya range 150–200 km. Jadi pastikan sesuai kebutuhan harian kamu jangan sampai harus charging tiap hari karena mobilitas terlalu tinggi.

Ketiga, riwayat charging & pemakaian

Unit yang sering fast charging ekstrem biasanya punya degradasi baterai lebih cepat dibanding yang dominan slow charging di rumah.

Keempat, fitur & keselamatan

Mayoritas EV mikro sudah punya fitur modern seperti electric window, digital cluster, hingga baterai waterproof IP67. Tapi tetap cek kelengkapan unit, terutama sensor parkir dan kamera belakang yang sangat membantu di mobil kecil.

Solusi Mobilitas Modern Harga Terjangkau

Pasar mobil listrik bekas 100 jutaan kini semakin ramai dan variatif. Mulai dari Wuling Air EV, DFSK Seres E1, hingga opsi impor seperti Chery eQ1, semuanya menawarkan keunggulan efisiensi dan teknologi modern dengan harga yang sudah jauh lebih ramah kantong.

Kalau kamu mencari kendaraan harian yang hemat, praktis, dan future-ready, segmen ini jelas patut dipertimbangkan.

Kuncinya ada di pengecekan baterai, riwayat pakai, serta legalitas unit agar pembelian tetap aman dan menguntungkan.

Dengan riset yang tepat, bukan tidak mungkin kamu bisa membawa pulang mobil listrik pertama hanya di kisaran 100 jutaan lebih hemat di awal, dan lebih ringan di biaya jalan ke depannya.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like