Perbedaan Turbocharger dan Supercharger adalah dua sistem induksi paksa yang dirancang untuk meningkatkan tenaga mesin cara memampatkan udara sebelum masuk ke ruang bakar.
Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan performa kendaraan, namun perbedaan utama terletak pada cara mereka mendapatkan sumber tenaga.
Isi Artikel
4 Perbedaan Turbocharger dan Supercharger
Sumber Penggerak
Perbedaan paling mendasar antara turbocharger dan supercharger adalah bagaimana keduanya mendapatkan daya untuk bekerja.
Turbocharger menggunakan energi dari gas buang kendaraan. Gas buang yang keluar dari mesin akan memutar tubin, yang kemudian menggerakkan kipas kompresor untuk meningkatkan tekanan udara yang masuk.
Sedangkan, supercharger mendapatkan tenaga langsung dari mesin. Biasanya supercharger, dihubungkan ke mesin melalui sabuk, atau rantai yang terhubung ke puli. Hal ini membuatnya dapat langsung bekerja tanpa perlu menunggu gas buang.
Baca juga: Jangan Bingung! Ini Dia Letak Dongkrak Mobil
Performa dan Efisiensi
Baik turbocharger dan supercharger mampu meningkatkan tenaga mesin, namun ada beberapa perbedaan dari segi performa dan efisiennya.
Turbocharger lebih efisien dalam hal konsumsi bahan bakar karena memanfaatkan energi yang seharusnya terbuang.
Namun, turbocharger memiliki turbo lag, yaitu jeda waktu sebelum tenaga tambahan terasa karena harus menunggu tekanan gas buang yang cukup.
Berbeda dengan supercharger, yang memberikan tenaga tambahan secara instan karena terhubung langsung ke mesin.
Namun, karena menggunakan daya dari mesin itu sendiri, supercharger lebih boros bahan bakar dibandingkan turbocharger.
Baca juga: Apa Saja Dampak Bensin Oplosan Pada Mesin Kendaraan?
Popularitas dan Penggunaan
Dalam industri otomotif modern, turbocharger lebih banyak digunakan dibandingkan supercharger karena manfaat efisiennya.
Banyak produsen mobil besar kini memasukkan teknologi turbo pada kendaraan mereka untuk meningkatkan tenaga sekaligus menghemat bahan bakar.
Segala jenis mobil, mulai dari sedan hingga truk ringan, kini sudah banyak yang menggunakan turbocharger sebagai fitur standar atau opsional.
Di sisi lain, supercharger lebih sering digunakan pada mobil-mobil performa tinggi dan kendaraan balap karena kemampuannya memberikan tenaga secara instan.
Namun, semakin meningkatnya fokus industri otomotif terhadap efisiensi bahan bakar, penggunaan supercharger mulai berkurang dan lebih sering ditemukan pada mobil sport atau muscle car.
Dampak Terhadap Mesin
Turbocharger dan supercharger menciptakan kondisi operasi yang lebih ekstrim bagi mesin, terutama dalam hal suhu dan tekanan yang diciptakan.
Oleh karena itu, kendaraan dengan sistem induksi paksa ini memerlukan oli mesin berkualitas tinggi serta perawatan yang lebih intensif untuk menjaga performa nya tetap optimal.
Secara umum, turbocharger lebih cocok untuk kendaraan sehari-hari yang mengutamakan efisiensi bahan bakar, sementara supercharger lebih sering digunakan untuk performa maksimal dalam dunia balap dan mobil sport.
Meskipun keduanya memiliki kelebihan masing-masing, turbocharger kini menjadi pilihan utama bagi banyak produsen mobil berkat kemampuannya meningkatkan tenaga tanpa mengorbankan konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Sobat GMob bisa mencari mobil bekas berkualitas melalui platform terpercaya seperti grosirmobil.id untuk mendapatkan penawaran terbaik.
Dengan kualitas yang terjamin, transparansi informasi, dan harga yang kompetitif, GrosirMobil.id adalah tempat terbaik untuk mencari mobil bekas yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Registrasi gratis sekarang di www.grosirmobil.id dan gunakan kode referral DBC4 untuk mendapatkan promo menarik yang menunggu kamu.