Mobil di Atas 1400 cc yang Dilarang Pakai Pertalite – Belakangan ini, lini masa media sosial diramaikan oleh isu panas mengenai pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Banyak beredar informasi yang menyebutkan bahwa mulai 1 Juni 2026, seluruh mobil dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc (cubic centimeter) akan resmi dilarang mengisi Pertalite di seluruh SPBU Pertamina.
Kabar ini sontak membuat para pemilik mobil panik, terutama mereka yang mengandalkan mobil berkapasitas 1.500 cc untuk mobilitas harian. Namun, benarkah aturan tersebut akan langsung diketuk palu pada tanggal tersebut? Bagaimana nasib mobil Anda?
Biar tidak salah kaprah, yuk simak cek fakta lengkap beserta daftar mobil yang masuk dalam zona pembatasan Pertalite berikut ini!
Isi Artikel
Benarkah Aturan Pertalite Mobil > 1.400 cc Berlaku 1 Juni 2026?

Bagi Anda yang telanjur panik setelah melihat video viral di TikTok atau pesan berantai di grup WhatsApp, Anda bisa sedikit bernapas lega.
Pihak PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa informasi mengenai tanggal pasti pembatasan per 1 Juni 2026 tersebut masih sebatas wacana dan asumsi yang berkembang di masyarakat. Sebagai pihak operator, Pertamina masih berada dalam posisi menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat.
Berdasarkan informasi dari Kompas – Benarkah Mobil di Atas 1.400 cc Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni 2026? Ini Kata Pertamina Hingga saat ini, payung hukum utama yaitu Revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM masih terus digodok dan belum resmi ditandatangani.
Jadi, selama revisi Perpres tersebut belum diterbitkan, pembelian Pertalite di lapangan masih berjalan normal menggunakan skema QR Code MyPertamina seperti biasa.
Alasan Mengapa Mobil di Atas 1.400 cc Dilarang Pakai Pertalite
Pemerintah menetapkan ambang batas pembatasan pada angka 1.400 cc bukan tanpa alasan. Ada dua faktor utama yang mendasarinya:
Subsidi Tepat Sasaran
Mobil di atas 1.400 cc dinilai masuk ke dalam kategori kendaraan milik masyarakat kelas menengah ke atas yang secara ekonomi tidak layak lagi menerima subsidi negara.
Spesifikasi Teknis Mesin
Secara otomotif, mobil modern berkapasitas 1.500 cc ke atas rata-rata memiliki rasio kompresi mesin yang tinggi. Mesin jenis ini dirancang khusus untuk mengonsumsi BBM dengan oktan minimal RON 92 (seperti Pertamax).
Jika dipaksakan menenggak Pertalite (RON 90) secara terus-menerus, mesin akan mengalami gejala knocking (ngelitik), cepat kotor, dan performanya akan merosot tajam.
Baca juga: Mobil City Car Paling Irit 2026, Pilihan Mobil Hemat BBM untuk Harian
Daftar Lengkap Mobil di Atas 1400 cc yang Dilarang Pakai Pertalite
Jika revisi Perpres tersebut nantinya resmi disahkan, berikut adalah daftar mobil populer di Indonesia yang dipastikan tidak boleh lagi membeli Pertalite karena memiliki kapasitas mesin di atas 1.400 cc:
1. Toyota

Toyota menjadi merek dengan model terdampak paling banyak karena mayoritas MPV dan SUV andalannya berada di kelas 1.500 cc ke atas.
- Avanza (Khusus varian mesin 1.500 cc)
- Veloz (Semua varian menggunakan mesin 1.500 cc)
- Rush (Semua varian 1.500 cc)
- Yaris & Vios (1.500 cc)
- Kijang Innova (Varian bensin 2.000 cc dan Zenix)
- Fortuner (Varian bensin 2.700 cc)
- Model Premium: Sienta, Voxy, Alphard, Vellfire, Corolla Altis, Corolla Cross, dan Camry.
2. Daihatsu

- Xenia (Khusus varian mesin 1.500 cc)
- Terios (Semua varian 1.500 cc)
- Luxio & Gran Max Minibus (Varian mesin 1.500 cc)
3. Honda

Hampir seluruh lini mobil penumpang Honda (kecuali tipe LCGC) dibekali mesin 1.500 cc, baik yang tipe standar maupun yang sudah menggunakan teknologi Turbocharger.
- Mobilio (1.500 cc)
- BR-V & HR-V (Semua varian termasuk tipe Turbo)
- City Hatchback & City Sedan (1.500 cc)
- Civic, CR-V, dan Accord (Mulai dari 1.500 cc Turbo hingga 2.000 cc ke atas)
4. Mitsubishi & Suzuki

- Mitsubishi: Xpander, Xpander Cross (1.500 cc), Pajero Sport (Varian bensin), dan Outlander Sport.
- Suzuki: Ertiga, XL7, Baleno Hatchback, Grand Vitara, dan APV (Semua menggunakan mesin 1.500 cc).
5. Wuling & Hyundai

- Wuling: Almaz (1.500 cc Turbo), Cortez (1.500 cc Turbo), dan Confero (1.500 cc).
- Hyundai: Stargazer (1.500 cc), Creta (1.500 cc), Santa Fe (Varian Bensin), dan Tucson.
Daftar Mobil di Bawah 1400 cc yang Masih Aman Menggunakan Pertalite
Bagi Anda pengguna mobil perkotaan (city car) atau segmen Low Cost Green Car (LCGC), Anda tidak perlu khawatir karena kendaraan Anda dipastikan tetap mendapatkan hak untuk mengisi Pertalite.
| Merek Mobil | Model & Kapasitas Mesin | Status Pembatasan |
| Toyota | Agya (1.0L & 1.2L), Calya (1.2L), Avanza (Khusus 1.3L) | Aman / Diizinkan |
| Daihatsu | Ayla (1.0L & 1.2L), Sigra (1.0L & 1.2L), Xenia (Khusus 1.3L) | Aman / Diizinkan |
| Honda | Brio Satya & Brio RS (1.2L) | Aman / Diizinkan |
| Suzuki | Ignis (1.2L), S-Presso (1.0L), Karimun Wagon R (1.0L) | Aman / Diizinkan |
| Nissan | Magnite (1.0L Turbo) | Aman / Diizinkan |
Catatan Penting Pemilik Avanza & Xenia: Mohon periksa kembali tipe kendaraan Anda. Pemilik Avanza dan Xenia varian mesin 1.300 cc (1.3) dipastikan aman tetap bisa mengisi Pertalite. Aturan larangan ini hanya mengunci varian bermesin 1.500 cc (1.5).
Baca juga: Alasan Di Balik Kelangkaan Stok BBM Swasta
Cara Cek Kapasitas Mesin (CC) Mobil Anda di STNK
Masih bingung apakah mobil Anda masuk kategori di atas atau di bawah 1.400 cc? Cara paling valid dan akurat adalah dengan mengecek Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Anda sendiri. Begini caranya:
- Ambil STNK mobil Anda dan buka pada bagian lembar ketetapan pajak.
- Cari kolom bertuliskan “Isi Silinder” atau “Silinder (cc)”.
- Lihat angka yang tertera. Jika angka menunjukkan 1.496 cc, 1.998 cc, atau angka lain di atas 1.400 cc, maka mobil Anda masuk dalam daftar wajib beralih ke Pertamax.
Kesimpulan dan Langkah Antisipasi
Meskipun wacana tanggal 1 Juni 2026 belum sah secara hukum, arah kebijakan pemerintah sudah sangat jelas untuk membatasi ruang gerak pengguna Pertalite pada mobil-mobil berkapasitas mesin besar.
Sebagai langkah antisipasi, tidak ada salahnya jika Anda mulai membiasakan diri memindahkan alokasi budget BBM Anda ke jenis non-subsidi seperti Pertamax.
Selain agar tidak kaget saat regulasi resmi nanti diketok palu, penggunaan BBM dengan oktan yang tepat juga akan membuat investasi aset mobil Anda jauh lebih awet dan sehat dalam jangka panjang.






